Posted by: browniesnet | October 26, 2008

Selamat Pagi, Anda Kena PHK!

Seorang Chief Executive Officer sebuah perusahaan ternama dunia hari itu
datang kekantornya yang megah tepat jam 7 pagi. Sang pemilik perusahaan
memasuki ruang kerjanya tak lama kemudian. Setelah berbasa-basi sedikit,
beliau berujar;”My friend,” katanya. “Aku bangga dengan hasil kerjamu selama
ini,” lanjutnya. Sang CEO tentu saja bahagia mendengar pujian bossnya itu.
“Namun,” lanjut si boss. Kali ini, hati CEO itu mulai dihinggapi tanda tanya
besar. “Para stakeholders kita menginginkan untuk menggantikanmu dengan
seseorang yang lebih baik…..” Saat itu juga, pagi yang cerah seakan-akan
berubah menjadi gelap gulita sambil sesekali dikilati cahaya dari bunyi
petir dan gelegar halilintar yang membuat jiwa bergetar. Sang CEO hanya bisa
terpana. Seolah tidak percaya pada apa yang baru saja didengarnya.
Seandainya, berita itu tidak ditujukan kepada CEO yang sedang kita bicarakan itu. Melainkan kepada anda. What are you going to do?

Boleh jadi anda mengira bahwa percakapan diatas itu sekedar rekaan belaka.
Tapi, jika anda mengikuti perkembangan dunia bisnis internasional
akhir-akhir ini; anda akan menemukan bahwa pembicaraan semacam itu
sungguh-sungguh terjadi didunia nyata. ‘Korbannya’? Banyak. Mulai dari orang nomor satu di bank terkemuka. Pemimpin perusahaan farmasi tercanggih. Hingga

raksasa minuman berbahan dasar kopi yang aroma ketenarannya sampai kesini.

Bahasa politik boleh mengatakannya dengan halus, semisal; pensiun dini atau

golden shake hand. Tetapi, dalam bahasa kita; itu tidak beda dengan tiga

huruf mengerikan bernama P. Dan H. Dan K. Sounds familiar, right? Yes, that

PHK.

Anda tentu masih ingat kisah tragis legendaris yang menimpa kapal pesiar

Titanic yang tenggelam pada tanggal 14 April 1912. Peristiwa itu

diperkirakan menelan 1,500 korban jiwa. Para ahli mempercayai bahwa faktor

utama yang menyebabkan banyaknya jumlah korban jiwa bukanlah semata-mata

tenggelamnya kapal tersebut, melainkan; kurangnya jumlah sekoci yang ada

dikapal itu dibandingkan dengan jumlah penumpang yang ada. Mereka begitu

yakin bahwa Titanic tidak bisa tenggelam. Jadi, mengapa harus menyediakan

sekoci? Konon, ketika perisiwa itu terjadi; sesungguhnya masih banyak waktu

untuk melakukan penyelamatan. Namun, karena jumlah sekoci penyelamat hanya

sedikit, hanya sebagian kecil saja yang bisa diselamatkan.

Dalam kehidupan kerja pun kita sering berpikir seperti itu. Kita begitu

yakin bahwa kapal yang kita gunakan untuk mengarungi samudera dunia kerja

ini tidak akan tenggelam. Sehingga kita tidak merasa penting untuk memiliki

sekoci. Tetapi, berapa banyak sudah perusahaan yang gulung tikar dan

kemudian tenggelam seperti halnya Titanic? Jika kita boleh berkata tanpa

sensor, sesungguhnya dunia kerja kita lebih beresiko daripada Titanic. Apa

yang terjadi pada Titanic adalah musibah bagi semua penumpang. Semua orang

menghadapi masalah yang sama. Sebab; orang baik tidak ditendang keluar dari

kapal. Tetapi, dalam sebuah perusahaan; sudah sering terjadi seorang

karyawan ditendang keluar dari bahtera perusahaan semudah itu. Seperti

peristiwa yang menimpa sang CEO diatas itu.

Jika itu bisa terjadi kepada pimpinan puncak sebuah perusahaan; maka tidak

heran jika bisa dengan sangat gampangnya menimpa karyawan-karyawan dilevel

lainnya. Ya. Tentu saja. Anda sudah tahu itu. Bahkan mungkin sudah banyak

teman anda yang terkena PHK juga. Sayangnya, saat ini pun kita masih begitu

yakinnya untuk mengatakan bahwa kita tidak akan mengalami nasib seperti itu.

Sungguh, tidak ada yang menjaminnya. Sebab, bagaimanapun juga itu bisa

menimpa siapa saja. Karyawan yang jelek. Karyawan yang bagus. Karyawan

dilevel manapun juga. Direktur? Sudah banyak direktur yang terkena PHK juga,

bukan?

Seseorang menganggap saya ini terlampau pesimis dalam memandang masa depan

pekerjaan. Saya bilang;”Ada bedanya antara sikap pesimis dengan sikap

antisipatif. Seseorang yang pesimis, memandang dari sisi negatif, dan dia

tidak melakukan apa-apa untuk mempersiapkan dirinya, kecuali memelihara

perasaan was-was. Sedangkan, orang yang antisipatif, memandang sebuah resiko

secara rasional dan proporsional. Lalu dia mempersiapkan diri untuk

menghadapi situasi sulit jika terjadi sewaktu-waktu. “

PHK adalah resiko kita sehari-hari. Kita tidak perlu terlampau percaya diri

dengan mengatakan bahwa hal itu tidak akan pernah terjadi pada kita. Atau

sebaliknya terlalu takut jika mengalaminya. Sebab, selama kita

‘mempersiapkan diri kita untuk menghadapi kemungkinan itu,’ maka yakinlah

bahwa masa depan kita akan baik-baik saja. Paling tidak, kita tidak

terlampau syok, jika itu benar-benar terjadi. Dan yang lebih penting dari

itu adalah; memulai mempersiapkan ’sekoci’ itu dari saat ini. Sekoci yang

selalu siap digunakan jika sewaktu-waktu kita membutuhkannya.

Begitu beragamnya reaksi orang ketika terjadi PHK. Ada yang panik. Ada yang

biasa-biasa saja. Ada pula yang senang alang kepalang. Ada orang yang

mendapatkan ‘golden shake hand’ tetapi hatinya miris dan menghadapi dunia

didepannya dengan tatapan pesimis. Ada yang mendapatkan uang pesangon

sekedar sesuai dengan peraturan yang tertuang dalam undang-undang; namun,

memandang masa depannya dengan antusias dan optimis. Mengapa sikap mereka

bisa beda begitu ya? Ternyata, orang-orang yang sudah ‘mempersiapkan’

dirinya untuk situasi sulit seperti itu lebih bisa menghadapi kenyataan itu.

Mereka melihat sisi terangnya. Dan mereka menemukan bahwa; itu bukanlah

akhir dari segala-galanya.

Beberapa waktu lalu saya mendapatkan email dari seorang teman yang mengalami

‘perlakuan’ kurang patut diperusahaan. Menyimak kompleksnya permasalahan

yang dihadapinya, tidaklah mudah untuk meresponnya. Tetapi, tepat sehari

sebelum saya menerima email itu, saya bertemu dengan seorang sahabat lama.

Bagi saya, beliau bukan sekedar sahabat; melainkan juga seorang mentor.

Puncak karir beliau adalah Direktur Pengembangan Bisnis pada sebuah

perusahaan multinasional dengan pengalaman kerja 20 tahun.

Dia bangga dengan pencapaiannya. Dan dia tahu kualitas dirinya yang tinggi.

Namun, suatu ketika perusahaan memintanya untuk menduduki sebuah jabatan

lain. Jabatan itu levelnya bukan Direktur, melainkan manager biasa. Jelas,

orang ini diturunkan pangkatnya. Dan yang lebih menarik lagi adalah: posisi

baru yang harus dipegangnya adalah sebuah posisi yang sebelumnya berada

langsung dibawah kepemimpinannya. Sedangkan posisi direktur kini diduduki

oleh orang lain. Itu terjadi tahun 2002. Dan orang itu – dengan segala

kualitas diri yang dimilikinya – ketika bertemu dengan saya kemarin; menjadi

orang yang lebih berhasil dari sebelumnya. Ini menunjukkan bahwa emas

tetaplah emas, meskipun terbenam dalam tanah berlumpur.

Saya sendiri mempunyai prinsip pribadi yang berbunyi; ‘bersiap-siap seolah

akan terkena phk besok pagi.’ Dengan prinsip itu, sedari sekarang saya mulai

mempersiapkan diri untuk menghadapinya. Saya belajar banyak hal hari ini,

supaya besok bisa menjaga diri. Jika besok pagi saya mendapatkan phk itu,

sekurang-kurangnya secara mental saya sudah menjadi lebih siap. Sehingga,

bebannya mungkin akan menjadi lebih ringan. Apakah anda juga demikian?

Hore,

Hari Baru!

Catatan Kaki:

Jika kita berani menaiki sebuah kapal pesiar, maka pasti itu karena kita

yakin bahwa kapal itu akan sampai dengan selamat ketempat tujuan. Namun,

pasti kita akan merindukan sebuah sekoci jika sesuatu yang tidak diharapkan

terjadi.

oleh : Dadang Kadarusman (http://ceds.wordpress.com/category/bisnis/)

Advertisements
Posted by: browniesnet | October 26, 2008

Mengapa Harus Menunggu jika Bisa Mulai Sekarang!

Nanti sajalah kalau saya sudah punya banyak uang.
Saya ingin punya usaha sendiri, tapi, jangan sekarang.
Perjalanan saya masih jauh untuk meraih
cita-cita saya.
Perlengkapan usaha saya belum komplit.
Read More…

Posted by: browniesnet | October 26, 2008

SAYA MAU BERUBAH

Dikisahkan, di sebuah seminar motivasi, setelah mendengar banyak kiat-kiat dan pelajaran di sana, saatnya para peserta pulang dengan membawa kesan dan semangat yang membara untuk dipraktekkan di kehidupan mereka lebih lanjut.
Read More…

Posted by: browniesnet | April 8, 2008

lotek pojok

Kemarin sehabis capek jalan-jalan dengan anak istri, istri (yang insya Alloh sebentar lagi melahirkan putra kedua) mengajak mampir di lotek pojok, sebenarnya namanya bukan lotek pojok, tapi berhubung tidak tahu namanya asal saja saya tulis. Sebenarnya warung ini menurut kalangan penggemar kuliner wonosobo cukup terkenal, tapi berhubung saya paling males kalau suruh antri lama hanya karena sepiring lotek/rujak, maka saya jarang kesini kecuali di ajak sama istri.
lotek pojok
Read More…

Posted by: browniesnet | March 20, 2008

/var/spool/clientmqueue/

beh akhirnya ketemu juga penyebab hangnya squidku…. ada file yang memenuhi ruang hd-ku yang memang sudah kecil hehehehe….
fedora core 6
kayaknya sech sesuai dengan blog-nya mas fajar…

yaps semalem saya di YM sama si reza, isinya adalah pembicaraan dia dengan mas beni. mas Beni menyampaikan info bahwa mesin http://www.itb.ac.id lagi ada masalah di bagian lognya, katanya lognya penuh. dari space yang disediakan 1.5 GB dan terpakai 1.4 GB. wah bisa2 log yang lain gak bakal bisa masuk nih.
Langkah selanjutnya yang saya lakukan adalah mencoba mengecek satu persatu di bagian /var , yang saya kira pertama penyebab ini semua adalah log dari http-access dari http://www.itb.ac.id, mungkin karena saking banyaknya yang akses (lagi masa2 usm sih, jadi pada pengen liat pengumuman).
Namun setelah di beritahu, akhirnya saya menemukan ada sebuah log yang memakan space 1GB lebih, yaitu /var/spool/clientmqueue. setelah saya telaah ternyata yang membuat log ini adalah karean setingan dari rc.conf mesin http://www.itb.ac.id mematikan process sendmail. Tertulis di rc.conf adalah

sendmail_enable=”NONE”.

Kemudian solusinya adalah, hapus dulu isi dari folder /var/spool/clientmqueue, lalu jalan kan perintah untuk menghidupkan sendmail, perintahnya :

/etc/rc.d/sendmail start

setelah process ini dijalankan maka di directory /var/spool/clientmqueue hanya akan ada pid file sehingga tidak akan memakan space yang besar

coba ah…

Read More…

Posted by: browniesnet | March 18, 2008

HP baru Nokia 6275i

Akhirnya ketemu juga Handphone idaman yang hampir sesuai harapan saya yaitu : CDMA, Ada kamera minimal 1,3 Mp, ada mp3 player, sukur- sukur ada radionya, ada gps, ada wifi-nya, harga terjangkau, yaitu Nokia N 275i, cuman sayang belum ada wifi-nya sehingga tidak bisa main hotpsot dunk.. coba kalau ada hotspot.. wuihh… bisa maknyuss!!
Read More…

Posted by: browniesnet | March 18, 2008

ISP Wonosobo

Wonosobo merupakan kota kecil yang sedang menggeliat dunia IT-nya, DI Awali dengan munculnya beberapa warnet dan program Jaringan Pendidikan Nasional. Demikian pula dengan munculnya beberapa ISP baik Nasional maupun lokal. Di antaranya yaitu Browniesnet.
Read More…

Posted by: browniesnet | March 18, 2008

vespaku

Motor pertamaku adalah vespa sprint tahun 1974, ketika baru saja nikah dah aku butuh kendaraan agar bisa pulang sehabis kerja (soalnya pulangnya jam 12 malam). Menemani istri tidur (atau istri menemani aku tidur) yang penting 2-2nya bisa saling menemani akhirnya aku beli vespa sprint tahun 1974. Kredit motor baru? nggak kepikiran dech.. lagian gaji yang ada hanya cukup buat makan sehari-hari. Akhirnya berbekal nebeng utang, akhirnya bisa kudapatkan vespa tersebut tahun 2004.
Read More…

Posted by: browniesnet | March 11, 2008

instal sarg

nanti ah… mandi dolo

Sudah dua malam tidur nyenyakku dibangunkan oleh operator warnet yang laporan bahwa gak bisa internetan, tapi mirc dan YM masih jalan. Bagi seorang newbi seperti aku yang server saja di instalkan teman 2 tahun lalu (thanks to f4lcon16@gmail.com) aku harus berpikir keras untuk segera mengatasinya. Aku kepikiran ini ada hubungannya dengan cache atau squid atau apalah yang ada hubungannya dengan menyimpan file dan memakan memori.
fc 6
Di hari pertama saya coba bersihkan acces.log, dan melakukan clear and rebuild cache, wew gubrak!! ternyata aku membuka mesin smoothwall-nya warnet dejavu!! bukan fedora-nya warnet brownies, di sms sama operator dejavu “pak dejavu down, apa down semua ya?” wah ternyata saya clear and restart server warnet dejavu to! hahahaha… akhirnya setelah jalan kembali bisa normal lagi dejavunya. Kembali ke server warnet brownies, akhirnya aku lakukan juga clear and rebuild cache melalui webmin (dibilangin newbie kok, mangkany apake webmin, belum under terminal), walaupun membuat user warnet pada kabur, tapi akhirnya internetnya bisa jalan normal. akhirnya aku tidur lagi.
Read More…

Older Posts »

Categories